Ayo Berantas Filariassis

foto338Mencegah lebih baik daripada mengobati. Pepatah inilah yang kemudian diterapkan di lingkungan RW.09 Kelurahan Mekarjaya Depok II Tengah dalam upaya menanggulangi wabah Filariassis atau dikenal dengan penyakit kaki gajah. Di bawah koordinasi RW SIAGA 09, Pak RT beserta warga lainnya pada hari Sabtu, tanggal 5 Desember 2009 berduyun-duyun mendatangi Pos Minum yang di pusatkan di Sekolah Dasar Negeri 28 Depok.
Kecuali Lansia, warga RW.09 diwajibkan untuk minum obat filariassis yang telah disediakan oleh panitia. Sebelum meminum obat yang terdiri dari 5 pil, warga terlebih dahulu diharuskan makan terlebih dahulu. Hal ini sangat penting, karena jika seseorang dalam keadaan perut kosong lalu mengkonsumsi obat akan menimbulkan dampak cukup serius bagi kesehatan kita sendiri. Dampak yang ditimbulkan berupa kepala pusing, mual, dan lemas. Bahkan tak jarang bisa menimbulkan muntah-muntah.
Kejadian inilah yang dialami Pak RT. Usai minum obat tak lama kemudian badan terasa lemas, perut mual dan kepala pening. Rasa kantukpun menyerang kelopak mata.
Usut punya usut ternyata Pak RT lupa makan siang. Duh dasar sial ….

Apa Sih Filariasis Itu?

Kaki GajahMalam Senin lalu, tepatnya tanggal 22 November 2009, Pak RT diundang untuk rapat mengenai Sosialisasi Penyakit Filiariasis. Sehubungan hal itu, Pak RT. pun penasaran dan berupaya mencari tahu apa sih Filariasis itu. Dalam kesempatan browsing akhirnya ditemukan artikel yang membahas penyakit mematikan tersebut. Berikut cuplikan artikelnya di bawah ini.
Filariasis adalah penyakit menular ( Penyakit Kaki Gajah ) yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini bersifat menahun ( kronis ) dan bila tidak mendapatkan pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Akibatnya penderita tidak dapat bekerja secara optimal bahkan hidupnya tergantung kepada orang lain sehingga memnjadi beban keluarga, masyarakat dan negara. Di Indonesia penyakit Kaki Gajah tersebar luas hampir di Seluruh propinsi. Berdasarkan laporan dari hasil survei pada tahun 2000 yang lalu tercatat sebanyak 1553 desa di 647 Puskesmas tersebar di 231 Kabupaten 26 Propinsi sebagai lokasi yang endemis, dengan jumlah kasus kronis 6233 orang. Hasil survai laboratorium, melalui pemeriksaan darah jari, rata-rata Mikrofilaria rate (Mf rate) 3,1 %, berarti sekitar 6 juta orang sudah terinfeksi cacing filaria dan sekitar 100 juta orang mempunyai resiko tinggi untuk ketularan karena nyamuk penularnya tersebar luas. Untuk memberantas penyakit ini sampai tuntas.

Read more…

Riuhnya Pemilihan Ketua RW.09

foto304Bertempat di Gedung SDN 29 Mekarjaya Kotif Depok, tepatnya tanggal 10 Oktober 2009 telah berlangsung pemilihan Ketua RW.09 periode 2009-2012 Kelurahan Mekerjaya Kecamatan Sukmajaya Depok II Tengah.
Pemilihan Ketua RW ini disaksikan pula oleh Lurah Mekarjaya yang pada malam itu hadir bersama perwakilan dari LPM.
Saya sebagai Ketua RT.12 beserta RT-RT lainnya termasuk para undangan yang terdiri dari unsur Tokoh Masyarakat, Pemuka Agama dan Ibu-Ibu yang tergabung dalam organisasi PKK, menyesaki ruang kelas yang telah disulap menjadi aula oleh Panitia Pelaksana Pemilihan Ketua RW.
Acara yang seharusnya dimulai pulul 19.30 WIB ternyata baru bisa dibuka tepat pukul 20.00 WIB. Dan seperti biasa, acara diawali dengan berbagai sambutan berturut-turut dari Ketua Panitia Pelaksana Pemilihan RW, Lurah Mekarjaya dan pembacaan Tata Tertib Pemilihan.

Read more…

Lebaran di Kampung Mertua

foto279

Tidak seperti tahun-tahun yang lalu, kali ini lebaran terasa berbeda. Yah, berbeda lantaran tahun ini kami sekeluarga mudik dan akan berlebaran di kampung mertua. Sudah tiga tahun isteri saya tidak pernah pulang ke kampung halaman. Tepatnya di Tegal City alias Kota Tegal.
Berlebaran di kampung orang tentu mempunyai tradisi dan adat tersendiri yang belum pernah saya alami sebelumnnya. Dan inilah yang saya jumpai ketika sehabis berbuka puasa, tiba-tiba datang beberapa ibu beserta anaknya, yang saya pikir mereka itu adalah tamu. Ibu mertua segera menghapiri ‘tamu’ itu yang masih berdiri di ambang pintu, lalu memberikan lembaran ribuan kepada para tamunya. Usai menerima uang yang diberikan oleh Ibu mertua ‘tamu-tamu’ itu pun lantas pergi.

“Jangan heran, Mas…disini adatnya begitu. Seminggu menjelang lebaran jumlah orang yang minta sedekah akan bertambah banyak” jelas kakak ipar.

Wah,….saya cuma termangu, dan ternyata memang benar. Dalam sehari saja para dhua’fa yang datang meminta sedekah sudah lebih dari lima kali. Biasanya mereka datang secara berkelompok. Bisa tiga orang, empat orang bahkan lebih. Kaum dhua’fa ini umumnya berasal dari desa sebelah. Mereka pun berpenampilan sebagaimana layaknya tamu. Jadi, peminta sedekah ini bukanlah seorang pengemis yang berpakaian kumal seperti yang sering dijumpai di Jakarta. Hm,…mesti diperbanyak nih uang recehan yah….

Read more…